, ,

    Ih Mengerikan Sekali Ada Belatung Di Kepala Orang Ini, Apa Sebenarnya Terjadi Lihat Aja Pasti Kamu Ngeri Melihatnya Seorang pria berkebangsaan Amerika bernama Simon mengeluh sering mengalami pusing sebulan setelah melakukan perjalanan ke Panama. Saat diperiksa oleh temannya, terlihat lubang kecil di kepalanya. Usaha menarik belatung dari kepalanya itu pun ia rekam dan diunggah ke Youtube.

    Image result for Sering Pusing, Ternyata Ada Belatung Bersarang di Kepalanya

    Dalam video itu pada awalnya ditunjukkan sebuah lubang di kepala dengan ujung kuning tubuh belatung menyembul keluar. Temannya yang melihat lubang tersebut bergidik dan bertanya-tanya bagaimana pria itu tidak merasakannya.

    "Aku tidak tahu bagaimana kau tidak merasakannya," ujar temannya.
    Wanita itu kemudian mengusap salep untuk luka. Selanjutnya, pinset digunakan untuk menarik belatung itu keluar dari kepala Simon. Setelah ditarik hingga ujung, belatung berukuran besar tertangkap di pinset yang membuat temannya menjerit.
    "Ya Tuhan!" seru orang-orang di ruangan itu dan melompat karena kaget.

    Dalam video itu pada awalnya ditunjukkan sebuah lubang di kepala dengan ujung kuning tubuh belatung menyembul keluar. Temannya yang melihat lubang tersebut bergidik dan bertanya-tanya bagaimana pria itu tidak merasakannya.

    "Aku tidak tahu bagaimana kau tidak merasakannya," ujar temannya.
    Wanita itu kemudian mengusap salep untuk luka. Selanjutnya, pinset digunakan untuk menarik belatung itu keluar dari kepala Simon. Setelah ditarik hingga ujung, belatung berukuran besar tertangkap di pinset yang membuat temannya menjerit.
    "Ya Tuhan!" seru orang-orang di ruangan itu dan melompat karena kaget.

    ,

    Buset, Pria Ini 10 Tahu Tak Pernah Mandi, Apa Yang Terjadi Lihat AjaApa yang Anda rasakan jika beberapa hari tidak mandi, pasti akan terasa gatal, lengket dan bau bukan? Namun, pernakah Anda membayangkan ada seseorang yang tak mau mandi selama berpuluh-puluh tahun? Ya, salah satunya dialami seorang pria lansia asal Singapura ini.

    Choo Kim Guan, pria berusia 77 tahun ini memang hidup sebatang kara di Blok 106, Jalan Bukit Merah, Singapura. Dilansir Stomp pada Kamis (2/7/2015), anehnya pria tua ini memutuskan tidak mandi selama lebih dari 10 tahun hingga menyebabkan tubuhnya berbau tak sedap dan dipenuhi serangga kecil (kutu).


    Kondisi Choo itu pun terungkap ketika relawan swasta Fion Phua datang untuk berbagi durian kepada warga Bukit Merah. Namun saat warga berkumpul untuk makan durian, Phua melihat tubuh Choo sangat dekil dan menebar bau busuk.

    "Saya bahkan bisa melihat seranga merayap keluar dari selangkangannya," ucap pendiri kelompok relawan swasta.

    Lin, tetangga Choo yang berusia 40 tahun menuturkan bahwa Choo sudah lebih dari 20 tahun menempati rumahnya, dan ia suka duduk di kursi batu.
    "Karena tubuhnya penuh dengan serangga kecil, para tetangga selalu menghindari tempat di mana ia telah duduk," tutur Lin.

    Karena kondisinya yang sangat memprihatinkan, Phua pun melihat keadaan rumah yang ditempatinya. Tak disangka, rumah Choo dipenuhi dengan jaring laba-laba dan penuh dengan beragam serangga.

    Ketika ditanya apakah selama 10 tahun ia tak mandi ataupun menggosok gigi, ia pun diam dan ragu-ragu. Namun akhirnya ia mengakui. "Dia ingin meningkatkan kehidupan orang-orang sepertinya, tapi kemampuannya terbatas. Dia membutuhkan bantuan dari banyak orang," tungkas seorang relawan.

    Akhirnya, beberpa hari kemudian Phua kembali datang dengan sekelompok relawan yang mulai membersihkan rumahnya. Beberapa relawan bahkan memperbaiki penampilan Choo agar terlihat bersih dan wangi. 

    , ,

    Gadis Kecil Berhati Malaikat, Yu YuanKisah ini terjadi pada tahun 2005 seorang gadis kecil di China yang menderita penyakit leukemia ganas, tetapi mempunyai hati bak seorang malaikat. Setelah mengetahui penyakitnya tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan semuanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan serta masa depan.

    http://anehdidunia.blogspot.com

    Sebuah kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah “Saya pernah datang dan saya sangat penurut”. Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. 

    Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya. Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya.

    Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal.

    Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian, papanya memberikan dia nama Yu Yan. Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.

    Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain.

    Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.

    Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.


    Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya.

    Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.


    Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

    Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”.


    Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

    Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini.

    Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan, tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.


    http://anehdidunia.blogspot.com

    Ada seorang teman di-email bahkan menulis: Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta. Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat.

    Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

    Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.

    Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah.


    Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

    Fu Yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri.

    Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan. Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong.... dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.

    “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”.

    Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya.

    Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

    Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.


    Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa-mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.


    Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

    Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.


    Silahkan sahabat anehdidunia.blogspot.com share dengan tombol share di sebelah kanan blog ini. semoga kisah yu yuan berhati malaikat ini menginspirasi sahabat ke arah yang lebih postif.

    , ,

    Gak Masuk Akal, Bisa Hamil Gara - Gara Berenang, Apa Penyebabnya ? - Seorang gadis berusia 13 tahun baru saja mengalami kejadian yang membuat heboh, bagaimana tidak gadis 13 tahun yang belum mempunyai seorang suami atau belum menikah ini tiba - tiba saja hamil Namun jangan salah gadis ini tidak pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya.

    ilustrasi Seorang gadis tiba - tiba hamil setelah berenang di kolam renang ( Foto @urbanpost.it )
    Awal gadis ini hamil ketika dirinya berlibur di sebuah wahana kolam renang yang ada di Mesir, kala itu sepulang dari liburan bersama keluarga di sebuah wahana kolam renang tersebut keluarga gadis 13 tahun ini pun dikagetkan karena tiba - tiba kondisi anak gadisnya hamil.

    Keluarga itu pun tambah terkejut setelah sebelumnya mendengar kabar mengenai adanya seorang gadis asal Jerman yang tiba - tiba hamil setelah berenang di kolam renang, Di duga kuat bahwa ada aksi jahil para lelaki yang dengan sengaja mengeluarkan spermanya ke kolam renang tersebut.

    Seorang dokter yang menangani kasus gadis berusia 13 tahun yang tiba - tiba hamil ini pun tidak menyangkal adanya kasus tersebut, menurut dokter dengan suhu kolam renang yang mencapai 30 derajat celcius tentu merupakan tempat yang sangat cocok untuk sperma bertahan hidup.

    Lalu jika secara tidak sengaja sperma tersebut masuk ke dalam seorang gadis yang sedang dalam masa suburnya maka tidak aneh jika kemudian gadis itu hamil meski tidak dengan melakukan hubungan suami istri." ucap dokter yang menangani kasus gadis berusia 13 tahun hamil setelah berenang di kolam yang tak mau disebutkan nama dan juga tempat tinggalnya tersebut.

    Namun meski begitu buat anda para wanita yang suka berenang tidak perlu khawatir karena sperma hanya bisa bertahan dalam waktu 1 jam saja lamanya karena terkena kaporit di dalam air kolam renang, maka dari itu tidak banyak kejadian seperti ini yang mana habis berenang tiba - tiba hamil.

    Inilah Doa dan Terapi yang Diajarkan Rasulullah untuk Menyembuhkan Bagian Tubuh yang SakitSetiap penyakit ada obatnya, demikianlah yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu orang yang mengalami sakit dianjurkan untuk berobat. Rasulullah SAW juga mengajarkan doa-doa untuk penyakit tertentu. Contohnya adalah berikut ini.

    Jika yang sakit hanya dibagian tertentu dari tubuh kita, misalnya bagian dada (paru-paru dan jantung), kepala (sakit kepala atau migrain), sakit perut (lambung/maag), dan sejenisnya, maka Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut ini:

    ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    “Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah “A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)” (HR. Muslim)
    Image result for doa
    Dalam Syarah Hisnul Muslim disebutkan asbabul wurud hadits ini.Suatu hari ada seornag sahabat Nabi SAW yang datang mengeluhkan sakit pada anggota tubuhnya. Ia bernama Utsman bin Al Ash r.a. yang merasakan sakit sejak ia masuk islam. Lalu Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut:
    1. Letakkan tangan pada tempat yang sakit
    2. Baca bismillah tiga kali
    3. Baca doa ini tujuh kali:

    أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan
    Jika kita meyakini betul apa yang diajarkan Rasulullah ini, maka insya Allah, Allah akan memberikan kesembuhan kepada kita, seperti halnya Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Utsman bin Al Ash r.a. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan Allah mengaruniakan rizqi kesehatan kepada kita dan seluruh anggota keluarga. Aamiin.

    Kisah Umar bin Khathab Mengubur Hidup-hidup PuterinyaAda beberapa buah buku yang disebarkan dengan cukup luas di masyarakat yang memuat kisah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh yang konon telah membunuh seorang anak perempuan dengan menguburnya hidup-hidup, seperti buku Sepuluh Sahabat Dijamin Masuk Surga oleh Muhammad Ali Quthub, terbitan Pustaka Nasional (1984), halaman 50-51. Terdapat juga dua artikel yang disiarkan di dalam surat kabar Harakah. Satunya disiarkan sebagai bahan bacaan untuk kanak-kanak di ruangan Bestari (Harakah, 18 Disember 1998), dan satu lagi artikel hasil penyelidikan satu kumpulan yang memakai nama “Ilham” (Harakah, 30 Nov. 1998). Keduanya memuat cerita yang sama dengan sedikit perbedaan narasinya.

    Jika cerita yang seperti itu disiarkan oleh musuh Islam tentu sekali tidak ada maksud lain lagi bagi mereka selain untuk memburuk-burukkan citra Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh sebagai sahabat karib Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan khalifah agung umat Islam.
    Image result for perempuan zaman rasul
    Cerita yang seperti ini jika disebarkan oleh kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, pada pandangan penulis ada dua kemungkinan yang mendorong mereka menyebarkannya. Pertama, karena jahil dan kedua adalah karena menganggap kisah ini berlaku sewaktu Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh berada di zaman Jahiliyah.
    Apa peliknya andaikata semasa Jahiliyah itu Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh telah melakukan demikian! Selain itu bukankah ini menunjukkan kehebatan Islam? Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam mengubah dan membentuk pribadi manusia, sehingga manusia yang sekejam Umar Radhiyallahu ‘Anh itu pun setelah memeluk Islam menjadi sebaik-baik manusia malah pemimpin Islam contoh untuk umat Islam kemudian.
    Bagi penulis, tidak timbul soal kehebatan Islam dalam mengubah kehidupan manusia karena ini pun telah terbukti melalui sekian banyak riwayat-riwayat yang shahih. Tetapi bagaimana dengan cerita kekejaman Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh ini? Apakah kedudukannya? Adakah ia memang berdasar atau ia hanya dongeng dan cerita rekaan semata-mata?
    Alangkah berguna kepada para pembaca sekalian sekiranya penulis buku-buku dan artikel-artikel tersebut mengemukakan tempat rujukan kisah ini supaya amanah ilmiah yang mereka bawakan kepada orang banyak itu disampaikan dengan penuh tanggungjawab.
    Kisah ini tidak akan dapat ditemui dan didapatkan walaupun bayangannya di dalam kitab-kitab hadits atau kitab-kitab sejarah yang muktabar. Tentu sekali mulanya ia direka oleh musuh Islam, tetapi sungguh malang sekali kita umat Islam hari ini, karena menerima apa saja yang disodorkan dalam bentuk cerita atau kisah-kisah sahabat padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah pun bersabda yang berarti;
    “Cukuplah seseorang itu menjadi pendusta apabila ia menceritakan apa saja yang didengarnya.” (Hadits Riwayat Muslim)
    Tujuan penulis mengoreksi artikel-artikel ini tidak lain adalah untuk memelihara kesucian sejarah hidup sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, juga untuk memberi peringatan kepada umat Islam umumnya, pendakwah-pendakwah, penulis-penulis dan guru-guru agama khususnya supaya berhati-hati apabila membawa sesuatu kisah berhubung dengan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabat Baginda Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam karena mereka adalah cermin agama Islam.
    Supaya lebih jelas kepada para pembaca, penulis putarkan kembali bagian terpenting dari kisah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh mengubur hidup-hidup anak perempuannya (sebagaimana yang disiarkan di dalam akhbar tersebut). Begini ceritanya …
    “… Umar memejamkan mata. Anak itu ditendangnya masuk ke dalam lubang yang digalinya. la menangis. Umar tidak menghiraukannya. … Umar menutupkan mata dan terpikir, “Oh! Anakku yang manis dan pintar. Mengapa kau dilahirkan sebagai perempuan?” la menangis. Tangannya gementar, tubuhnya menggigil. “Umar, jangan jadi pengecut,” tiba-tiba suara itu terdengar berulang kali di telinganya. Lalu sambil menahan kesedihannya, Umar meneruskan lagi menimbun pasir ke lubang tadi, sehinggalah anaknya itu menghembuskan nafasnya yang terakhir …”
    Selain kisah ini tidak terdapat di dalam kitab-kitab shahih dan muktabar, ia juga bertolak belakang dengan kaidah ilmu periwayatan yang dipakai oleh ulama’ Islam dalam menilai sesuatu cerita.
    Di antara alasan yang boleh dikemukakan ialah:
    1. Tidak ada satu pun riwayat yang boleh dipertanggungjawabkan untuk membuktikan seorang pun dari kabilah Quraisy pernah mengubur anak hidup-hidup, apatah lagi untuk membuktikan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh membunuh anak perempuan sendiri.
    2. Adat mengubur anak perempuan hidup-hidup berlaku di kalangan setengah-setengah kabilah Bani Tamim dan Asad yang bimbangkan kepapaan menimpa mereka disebabkan anak-anak itu. (Mohd Tayyib An Najjar, Al Qabasu Al Waddha’, halaman 78, Zakaria Bashier, The Meccan Crucible, halaman 24).
    Sebagaimana adanya riwayat menyebutkan Qais bin Asim, seorang pemimpin kabilah Bani Tamim yang kemudiannya memeluk Islam, telah mengaku mengubur hidup-hidup 8 orang anak perempuannya di zaman Jahiliyah, di sana terdapat juga riwayat menyebutkan seorang pemimpin dari kabilah yang sama telah menyelamatkan sekian banyak anak-anak perempuan dari dibunuh oleh ibu bapak mereka karena takutkan kepapaan dengan membeli anak-anak perempuan itu.
    Di antara pemimpin yang menonjol dalam usaha membasmi adat keji ini ialah Sa’sa’ah bin Naajiah, kakek dari Al Farazdaq (seorang penyair Arab yang terkenal) dan Zaid bin Amar bin Nufail.
    Sa’sa’ah telah membeli anak perempuan dari kedua ibu bapak mereka, kemudian memelihara mereka hingga dewasa. Bilangan anak-anak perempuan yang dipeliharanya ialah 360 orang. (Ath Thabarani dalam Al Mu’jamu Al Kabir, jilid 8, halaman 77).
    Sementara Zaid bin Amar bin Nufail pula tidak terpengaruh dengan masyarakatnya yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sesuatu yang lain malah beliau mencari-cari kebenaran dan sedapat mungkin cuba mengesan serta mengamalkan sisa-sisa peninggalan agama Nabi Ibrahim (‘Alaihis Salam). Beliau juga membeli anak-anak perempuan dari ibu bapak mereka lalu memeliharanya hingga dewasa. Kemudian beliau akan membawa anak perempuan itu kepada dua ibu bapak masing-masing lalu berkata kepada mereka, “Jika kamu suka kepada anak perempuan kamu ini bolehlah kamu mengambilnya, atau kalau kamu tidak mahu biarlah anak-anak perempuan ini bersama saya.” (Bukhari, jilid 1, halaman 540.)
    Zaid bin Amar bin Nufail bukan saja dari keluarga Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh malah beliau merupakan sepupu Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh sendiri. Adik perempuan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh menjadi isteri kepada anaknya Sa’id, manakala anak perempuan Zaid pula menjadi isteri Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh sendiri. Takkanlah dalam keluarga yang terkenal dengan usaha-usaha suci menyelamatkan anak-anak perempuan dari dibunuh oleh orang tua mereka, tiba-tiba seorang yang sangat menyerlah dan terpenting di kalangan mereka melakukan perbuatan terkutuk ini dengan membunuh anak sendiri!
    3. Setelah Mekah dibuka, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berbai’at dengan perempuan-perempuan Mukmin. Di antara ucapan Baginda Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ialah:  “Kamu tidak lagi akan membunuh anak-anak kamu.” Hindun dengan spontan menjawab, “Kami memelihara mereka semasa kecil, apabila besar kamu pula yang membunuhnya.”
    Peristiwa tersebut dicatatkan di dalam kitab-kitab hadits dan kitab-kitab sirah dengan jelas dan terperinci, kata-kata Hindun ini menunjukkan kabilah Quraisy tidak terlibat dengan adat yang keji ini.
    Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim juga membuktikan bahawa Quraisy tidak terlibat dalam pembunuhan anak-anak perempuan iaitu sabda Baginda Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bermaksud;
    “Sebaik-baik perempuan Arab ialah perempuan Quraisy. Mereka sangat penyayang terhadap anak-anak yatim sewaktu kecilnya dan mereka amat menjaga kedudukan dan harta benda suami.” (Shahih Muslim, jilid 16 halaman 81)
    Apa artinya pujian Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenai sifat penyayang mereka terhadap anak-anak sekiranya mereka juga seperti kabilah-kabilah lain yang terlibat dengan adat membunuh anak? Sewaktu Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diutuskan menjadi Nabi, Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh ketika itu berumur 27 tahun. Anak-anak Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh yang lahir sebelum Islam semuanya masih hidup. Mereka ialah Ummul Mukminin Hafsah, Abdullah bin Umar dan Abdul Rahman.
    Dalam tradisi Arab, seseorang itu di-kunyah-kan dengan anak sulungnya. Sebagaimana kunyah Nabi kita Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ialah Abu Al Qasim, kunyah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh ialah Abu Hafsin yang merujuk kepada Hafsah, anak perempuannya. Ini menunjukkan anak perempuan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh yang sulung ialah Sayyidatina Hafsah.
    Perlu juga diperhatikan bahawa di sepanjang hayatnya, berapa banyakkah isteri Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh dan juga hamba sahayanya di samping anak-anak beliau dengan mereka itu?
    Karena sejarah menyimpan semua maklumat isteri-isteri dan anak-anak Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh, Imam Ibnu Al Jauzi dan lain-lain telah menuliskan daftar isteri-isteri Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh dan anak-anaknya serta hamba sahayanya. Beliau menulis, “Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh mempunyai beberapa orang isteri dan mendapat banyak anak.”
    Isteri beliau ialah:
    1. Zainab binti Maz’un. Zainab adalah saudara perempuan Utsman bin Maz’un yang terbilang di antara orang yang memeluk Islam di peringkat permulaan, juga merupakan saudara susuan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan Zainab ini Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh telah mendapat tiga orang anak iaitu Hafshah, Abdullah, dan Abdul Rahman.
    2. Atikah binti Zaid bin Amar bin Nufail. Dengannya beliau mendapat seorang anak lelaki bernama ‘lyadh.
    3. Isteri yang ketiga ialah Jamilah binti Tsabit bin Aflah. Dengannya beliau mendapat seorang anak lelaki bernama ‘Ashim.
    4. Ummul Hakam binti Al Harits bin Hisyam. Dengannya beliau mendapat anak perempuan bernama Fatimah.
    5. Ummul Kultsum binti Jarwal bin Malik. Dengannya beliau mendapat dua orang anak bernama Ubaidullah dan Zaid Al Akbar.
    6. Ummul Kultsum binti Ali bin Abi Talib. Dengannya beliau mendapat dua orang anak bernama Zaid Al Ashghar dan Ruqayyah.
    7. Dari hamba sahayanya yang bernama Fukayyah dan Luhayyah juga Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh telah mendapat anak. Dengan Fukayyah dia mendapat anak perempuan bernama Zainab dan dengan Luhayyah beliau mendapat anak bernama Abdul Rahman Al Ausath dan Abdul Rahman Al Ashghar.
    Jadi anak-anak Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh adalah seperti berikut:
    Lelaki:
    1. Abdullah
    2. Abdul Rahman Al Akbar
    3. Abdul Rahman Al Ausath
    4. Abdul Rahman Al Ashghar
    5. Zaid Al Akbar
    6. Zaid Al Ashghar
    7. Ubaidullah
    8. ‘Ashim
    9. ‘lyadh
    Perempuan:
    1. Hafshah
    2. Ruqayyah
    3. Fatimah
    4. Zainab
    Dari isteri pertamanya Zainab binti Maz’un, Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh hanya mendapat tiga orang anak yaitu Ummul Mukminin Hafsah, Abdullah bin Umar dan Abdul Rahman Al Akbar. Hafsah adalah anak sulungnya dengan Zainab binti Maz’un, sebab itulah beliau dikunyahkan dengan Abu Hafsin.
    Pada ketika beliau memeluk Islam, beliau mempunyai hanya 3 orang anak ini saja. Kalau begitu anak yang manakah yang ditanam hidup-hidup oleh Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh itu? Siapakah namanya dan siapakah nama ibunya? Kalaulah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh betul-betul tidak suka atau bencikan anak perempuan, kenapa pula beliau sanggup memakai kunyah Abu Hafsin?
    Selain dari alasan yang disebutkan tadi, adakah logik Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh baru mengetahui jantina sebenar anaknya hanya setelah anak itu berumur 4 tahun?
    Mungkin juga orang yang mula-mula menyebarkan kisah ini terkeliru dengan riwayat Wadhin yang dikemukakan oleh Imam Daarimi di dalam Sunan-nya, atau mungkin ia pura-pura terkeliru.
    Riwayat itu menyebutkan bahwa ada seorang lelaki mengadap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah! Kami dahulu orang-orang Jahiliyah. Kami menyembah berhala dan membunuh anak-anak. Saya pernah mempunyai seorang anak perempuan. Bila saya memanggilnya dia berlari-lari datang kepada saya dan sangat ceria. Pada suatu hari saya memanggilnya. Dia terus mengekori saya. Berdekatan dengan tempat itu ada satu telaga. Saya memegang tangannya dan mendorongnya masuk ke dalam telaga. Kata-kata terakhir yang terkeluar dari mulutnya ialah, ‘Ayah!’”
    Mendengar ceritanya itu Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menangis. Orang-orang yang ada berdekatan dengan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada orang itu, “Kamu betul-betul telah menyedihkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Nabi bersabda, “Orang ini datang bertanyakan sesuatu yang lebih penting dari itu (kesedihan Rasulullah).” Seraya Baginda Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada orang itu, “Ceritakan sekali lagi kisah itu.” Orang itu pun mengulangi lagi sekali kisah tersebut menyebabkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menangis sehingga basah janggutnya.
    Kemudian Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Perkara-perkara yang telah dilakukan oleh mereka di zaman Jahiliyah telah dihapuskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan masuknya mereka ke dalam Islam. Sekarang mulaikanlah amalan-amalan yang lain.” (Sunan Daarimi, jilid 1, halaman 3)
    Ini adalah satu kisah dari seorang yang tidak diketahui siapa orangnya dan apa namanya. Mungkin orang-orang yang mempunyai maksud jahat telah mengaitkan cerita ini dengan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh padahal cerita ini pun jika ditimbang dengan neraca ilmu riwayat juga tidak dapat disabitkan karena Wadhin adalah merupakan perawi teratas, lahir pada tahun 80 H dan wafat pada 149 H, sedangkan dia tidak pula menceritakan perawi lain di atasnya. Tidak mungkin dia telah mendengar sendiri kisah ini 80 tahun sebelum kelahirannya!
    Dalam istilah ilmu hadits, riwayat seperti ini dinamakan riwayat munqathi’, karena perawi di atasnya tidak disebutkan. Selain itu Wadhin itu sendiri adalah seorang yang dipertikaikan oleh ulama’ rijal hadits tentangnya. Imam Bukhari, Muslim, dan Nasa’i tidak mau menerima riwayatnya. Ibnu Saad berkata, “Dia seorang yang dhaif.” Abu Hatim berkata, “Sebagian riwayatnya baik, tetapi sebagian yang lain sangatlah buruk.” Jauzajani berkata, “Riwayat-riwayatnya adalah lemah.” (Mizan Al I’tidal, jilid 4, halaman 336). Hafidz Ibnu Hajar menulis bahwa, “Ingatannya sangat jelek di samping tertuduh berfahaman Qadariyah.” (Taqribu At Tahzib jilid 2 halaman 331)
    Bila riwayat itu sendiri tidak tahan diuji, di samping orang yang berkenaan pula tidak disebutkan dengan jelas namanya, kenapa pula ada orang yang pandai-pandai mengaitkannya dengan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘Anh? Tentu sekali perbuatan seperti ini tidak berani dilakukan dengan sengaja, kecuali oleh musuh-musuh Islam.

    Kisah perempuan berzina yang curhat kepada Nabi Musa AS - Suatu hari, seorang wanita berparas cantik dengan berjalan terhuyung-huyung menuju kediaman Nabi Musa AS. Lewat pakaiannya sepintas terlihat menandakan bahwa wanita itu tengah berada dalam duka cita yang mendalam.


    Kisah perempuan berzina yang curhat kepada Nabi Musa AS

    Sesampainya di depan rumah Nabi Musa AS, di ketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Mendengar salam itu, Nabi Musa AS segera menyambutnya dengan memberi salam.

    "Silakan masuk," kata Nabi Musa AS

    Sambil menundukkan kepala, langkah kaki wanita itu segera menghampiri Nabi Musa AS. Sembari menangis sedu, dia mencurahkan isi hatinya kepada Nabi Musa AS.

    "Wahai Nabi Allah. Tolonglah aku. Do'akan aku agar Tuhan mengampuni dosa keji saya."

    "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa terkejut.

    "Saya takut mengatakannya," jawab wanita itu

    "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

    "Saya...telah berzina!"

    Mendengar itu, Nabi Musa AS kaget, tetapi tetap mendengarkan cerita wanita cantik tersebut.

    "Dari perzinaan itu saya pun...lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya...cekik lehernya sampai...mati," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

    Dengan raut muka yang sangat marah ia memukul wanita itu, "Perempuan bejad, pergi kamu dari sini! agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mukanya karena jijik melihat wanita itu.

    Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh lantak segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. 

    Bahkan ia tak tahu mau kemana lagi melangkahkan kakinya, Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya bagaimana pula dengan manusia lainnya yang bakal menolongnya. 

    Terbayang olehnya betapa besar dosanya, batapa keji perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa AS.

    Sang Ruhul Amin Jibril bertanya kepada Nabi Musa AS:

    "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"

    Nabi Musa terperanjat, "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina itu?"

    Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

    "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada dosa perempuan yang nista itu?"

    "Ada!" jawab Jibril dengan tegas.

    "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.

    Jibril menjawab, "Orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina."

    Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. 

    Nabi Musa menyadari orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah dirinya.

    Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada dijalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

    Dalam hadits Nabi SAW, disebutkan: "Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Alquran, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya didalam Kabah."

    Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadhonya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. (Berbagai Sumber)


Top